Jumat, 24 Januari 2014

berita banjir

jalan Rusak Terluas Ada di Jakarta Utara

Jumat, 24 Januari 2014 | 14:42 WIB
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Pengendara motor menghindari kubangan air karena rusaknya aspal di Jalan Gunung Saharai, Jakarta, Senin (1/4/2013). Lubang di jalan yang tertutup genangan air sering membuat pengendara motor terperosok dan jatuh.
JAKARTA, KOMPAS.com — Jalan rusak menjadi masalah baru yang harus dibereskan oleh Pemprov DKI Jakarta. Jalan berlubang karena terendam banjir ini merata di seluruh wilayah Ibu Kota. Jakarta Utara memiliki luas jalan rusak terluas dibandingkan wilayah Jakarta lainnya.

Luas jalan rusak yang di Jakarta mencapai 80.557 meter persegi (m2) atau 2,07 persen dari total kerusakan jalan di DKI Jakarta seluas 140.398 m2, atau sebanyak 3,35 persen.

Pantauan Kompas.com, di beberapa ruas jalan di Jakarta Utara memang terlihat sudah dalam kondisi rusak berat, seperti di di jalan-jalan utama di Jakarta Utara, Jalan Gunung Sahari, Jalan Raya Plumpang, Jalan Raya Cakung Cilincing, Jalan RE Martadinata, Jalan Enggano, dan Jalan Yos Sudarso.

Terlihat lubang yang menganga dengan kedalaman bervariasi. Ada yang berdiameter sekitar 15 cm dengan kedalaman 10 cm dan bahkan ada yang berdiameter 30 cm dengan kedalaman 15 cm. Keberadaan lubang tersebut juga berdekatan sehingga sering kali membuat bahaya para pengendara motor.

Beberapa warga menyiasati dengan menaruh pot pohon di jalan yang berlubang agar para pengendara bisa mengetahui jalan tersebut berlubang. Bukan hanya di ruas jalan utama, bahkan di beberapa ruas jalan yang bukan merupakan jalan utama kerusakan justru lebih parah, seperti di Jalan Kramat Jaya, Kampung Beting, Sukapura, Jalan Lagoa, Jalan Dukuh, dan Jalan Kebon Baru. Bahkan lubang tersebut masih digenangi bekas air hujan yang menyebabkan pengendara sering terkecoh dengan lubang tersebut.

Budhi (26), salah seorang pengendara motor, mengungkapkan, kualitas jalan di Jakarta sangatlah buruk sehingga sering kali rusak, padahal baru saja diperbaiki. “Heran juga, padahal baru lihat diperbaiki kemarin, sekarang sudah rusak lagi saja,” ujar Budhi kepada Kompas.com di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (24/1/2014).

Dinas PU mencatat, jalan rusak di Jakarta Pusat seluas 3.871 m2 atau 0,11 persen dari total luas jalan di wilayah itu, yakni 3,4 juta m2. Wilayah Jakarta Utara mengalami kerusakan jalan terluas, yakni 80.557 m2, atau 2,07 persen dari total 3,9 juta m2 di wilayah tersebut.

Di Jakarta Barat, luas jalan rusak 14.625 m2 atau 0,25 persen dari luas total 5,7 juta m2. Adapun kerusakan di Jakarta Selatan seluas 16.585 m2 atau 0,54 persen dari total 9,1 juta m2. Di Jakarta Timur, luas jalan rusak 24.760 m2 atau 0,38 persen dari total 6,5 juta m2.

Menurut Kadis PU DKI Jakarta Manggas Yudi Siahaan, kekuatan ruas jalan di Jakarta juga belum memenuhi standar kekuatan jalan internasional. Apalagi ada genangan serta kendaraan berat yang melintasi jalan itu secara berulang-ulang.

Manggas akan memperbaiki jalan rusak selama 24 jam nonstop, dengan cara dibeton agar jalan menjadi lebih kuat ketahanannya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar